Showing posts with label Keutamaan. Show all posts
Showing posts with label Keutamaan. Show all posts

Wednesday, February 3, 2016

// // Leave a Comment

Masyaallah, Inilah Keutamaan Para Penghafal Al-Quran

Menghafalkan kitab suci Al Quran merupakan salah satu ibadah yang sangat besar pahalanya. Meskipun semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menghafalkan Al Quran, namun sangat sedikit yang dengan ikhlas berhasil melakukannya. Al Quran merupakan kitab suci yang berisi kumpulan firman Allah, sehingga orang yang sanggup menghafalkannya termasuk kedalam orang-orang pilihan. 

Masyaallah, Inilah Keutamaan Para Penghafal Al-Quran

Para penghafal Al Quran ini memiliki keutamaan tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat kelak. Mereka tergolong orang yang berilmu dan berikut ini beberapa keutamaan bagi para penghafal Quran.


1. Didahulukan menjadi imam sholat

Saat sholat berjamaah, orang yang memiliki hafalan Al Quran lebih banyak diutamakan menjadi imam sholat. Sesuai dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Masud radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda :
Yang paling berhak jadi imam adalah yang paling banyak hafalan al-Quran-nya. Jika dalam hafalan quran mereka sama, maka didahulukan yang paling paham dengan sunnah… dan seseorang tidak boleh menjadi imam di wilayah orang lain. (HR. Ahmad 17526, Muslim 1564, dan yang lainnya)

2. Didahulukan ketika meninggal

Setelah meniggal, para penghafal Al Quran juga memiliki posisi yang lebih utama. 
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bercerita, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan dua jenazah uhud dalam satu kain kafan. Setiap hendak memakamkan, beliau tanya, “Siapa yang paling banyak hafalan qurannya?” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memposisikan yang paling banyak hafalannya di posisi paling dekat dengan lahat. Lalu beliau bersabda, Saya akan menjadi saksi bagi mereka kelak di hari kiamat. (HR. Bukhari 1343 & Turmudzi 1053)

3. Diutamakan menjadi pemimpin, jika ia mampu memegangnya

Para penghafal Quran memiliki ilmu agama yang lebih, sehingga mereka lebih mengetahui rambu-rambu dalam Al Quran. Jika ia mampu memegang amanah tersebut, maka ia diutamakan menjadi pemimpin.
“Sesungguhnya Allah mengangkat sebagian kaum berkat kitab ini (al-Quran), dan Allah menghinakan kaum yang lain, juga karena al-Quran.” (HR. Ahmad 237 & Muslim 1934)

4. Kedudukannya di surga, sesuai banyaknya hafalan

Bahkan, ketika di surga kelak, para penghafal Quran ini memiliki kedudukan yang mulia, sesuai dengan banyak hafalan yang dimilikinya.
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani)

5. Ditemani para malaikat

Orang yang menghafal Al Quran senantiasa ditemani oleh para malaikat. 
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari 4937)

6. Diberi mahkota dan pakaian kemuliaan di akhirat kelak

Di akhirat kelak, para penghafal Al Quran juga memiliki kedudukan yang mulia dengan diberikan mahkota kemuliaan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.(HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih).

7. Al Quran memberi syafaat baginya

Bahkan, AL Quran yang telah dihafalkannya akan memberikan syafaat kepada pemilik hafalan tersebut. 
Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim 1910).

8. Orang tuanya akan diberi mahkota cahaya 

Tak hanya mulia bagi dirinya sendiri, namun orang tua para penghafal Quran juga akan diberikan mahkota cahaya di akhirat kelak.
Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).
Begitu mulianya kedudukan dan keutamaan para penghafal Quran. Tidak hanya di dunia namun hingga akhirat kelak. Mari kita berlomba-lomba membaca Al Quran, mengkaji, mengamalkan dan menghafalkannya agar kita tergolong menjadi orang-orang yang diutamakan tersebut.
Read More