Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Tuesday, February 2, 2016

// // Leave a Comment

Beniliah Gambaran Pedihnya Sakaratul Maut

Setiap orang pasti merasakan mati. Tak ada satu pun makhluk bernyawa yang akan kekal abadi. Menghadapi kematian dengan penuh kesiapan menjadi bekal kita nanti. Kita tak pernah tahu, kapan datangnya mati, namun mempersiapkan diri untuk pergi harus kita lakukan mulai saat ini.

Beniliah Gambaran Pedihnya Sakaratul Maut
ilustrasi
Setiap orang memiliki jatah waktu masing-masing hidup di dunia ini. Saat waktu kita habis, kita akan kembali pada Sang Pencipta melalui kematian. Tentang kematian, Allah Subhanahuwata'ala telah mengabarkan bagaimana datangnya kematian. Malaikat akan didatangkan pada manusia yang akan dipisahkan jasad dan ruhnya. 

Ada perlakuan yang berbeda tatkala malaikat memisahkan nyawa dan jasad manusia. Kepada manusia yang suka berlaku dzalim di dunia, malaikat mencabut nyawa dengan cukup kasar dan menyiutkan nyali. Begitu pedihnya detik-detik kematian manusia yang dzalim, sementara para malaikat memukul dengan tangannya seraya berkata : 
“Keluarkanlah nyawamu” Di hari ini kamu dibalas bersama siksa yang sangat menghinadinakan, sebab kamu selalu mengatakan terhadap Allah yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.(QS. Al-An’am: 93 ).

Sementara, bagi orang mukmin yang beriman kepada Allah Subhanahuwata'ala, malaikat memiliki perlakuan yang berbeda. Malaikat bersikap ramah dan baik hati, kepada mereka Allah Subhanahuwata'ala berfirman, 
Duhai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.(QS. Al-Fajr: 27 -30).
Secara fisik, dalam hadits Rasulullah Shalallahu'alaihiwasalam menjelaskan bagaimana keadaan orang yang sedang dicabut nyawanya. 
Sesungguhnya pandangan seorang mayyit mengikuti ruhnya ketika dicabut (HR. Muslim 920).
Kita tak pernah tahu akan menghadapi kematian dengan cara apa. Yang harus kita lakukan saat ini adalah mempersiapkan diri dengan sebaik-baik amal yang kita punya. Menghindari sifat dzalim dan sombong saat di dunia, serta menebar banyak manfaat untuk bekal kita nanti. 

Semoga apa yang kita lakukan saat ini, benar-benar diniatkan untuk beribadah kepada Allah  Subhanahuwata'ala, sehingga kita dicatat sebagai hambaNya yang beriman. Semoga kita mendapat perlakuan yang istimewa saat malaikat memisahkan jasad dan ruh kita. 

Read More